Dukung Ketahanan Pangan, PC Kamisetembang Kudus Gelar Pelatihan Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok
KUDUS – Pengurus Cabang Kamisetembang Kudus sukses menyelenggarakan Pelatihan Budi Daya Ikan Nila Tematic System Bioflok pada Minggu, 12 Juli 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Pendidikan dan Pelatihan (Bid. Diklat) PC KK tersebut berlangsung di SEHATI Farm - Resto Kampoeng Sawah, Jl. Kudus - Purwodadi Km 7, Undaan Lor, Kabupaten Kudus. Jumlah peserta yang Hadir sebanyak 28 orang, terdiri dari Alumni yang tergabung dalam kelompok KAMISETEMBANG dan beberapa peserta dari luar Alumni Stemba Semarang.
Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini menghadirkan praktisi berpengalaman, Rifan Hamim (BG'91), sebagai narasumber utama. Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp100.000,-, para peserta mendapatkan fasilitas lengkap berupa coffee break, makan siang, Note book serta sertifikat kepesertaan.
Inovasi Budidaya Modern yang Efisien
Dalam paparannya, Rifan Hamim menjelaskan bahwa sistem bioflok merupakan teknik modern ramah lingkungan yang memanfaatkan mikroorganisme alami. Bakteri ini bertugas mengubah amonia beracun dari kotoran ikan dan sisa pakan menjadi gumpalan protein kaya nutrisi (flok). Flok tersebut kemudian beralih fungsi menjadi pakan alami tambahan bagi ikan nila.
"Keunggulan utama teknologi ini adalah efisiensi operasional. Peternak bisa menghemat penggunaan pakan pelet hingga 20-30% dan tidak perlu melakukan penggantian air kolam secara besar-besaran," jelas Rifan dalam materinya.
Sistem ini sangat cocok diaplikasikan pada ikan nila karena karakteristik ikannya yang tangguh, responsif terhadap pakan alami, serta memiliki laju pertumbuhan yang cepat. Selain itu, metode bioflok memungkinkan kepadatan tebar ikan yang jauh lebih tinggi dibanding kolam konvensional, yakni mencapai 80-150 ekor/m².
Analisis Bisnis yang Menjanjikan
Selain dibekali materi teknis persiapan wadah dan pengelolaan kualitas air, para peserta juga disuguhkan analisis usaha riil. Berdasarkan studi kasus satu unit kolam terpal ukuran 4x6 meter dengan kapasitas tebar 2.880 ekor, bisnis ini mampu menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp21,5 juta pada siklus pertama. Laba bersih tersebut diproyeksikan meningkat hingga Rp25,5 juta pada siklus berikutnya karena tidak perlu lagi mengeluarkan biaya investasi modal awal alat.
Melalui pelatihan intensif dan pendampingan langsung ini, PC Kamisetembang Kudus berharap dapat melahirkan wirausahawan baru di sektor perikanan darat, sekaligus mengoptimalkan potensi komoditas pangan lokal yang berkelanjutan di wilayah Kudus dan sekitarnya.
